Arsitek Perencanaan dan Kontraktor Lanskap Taman dan Lokasi Wisata

12 2021
May

CV. Light Group Indonesia menerima Jasa Arsitek Perencanaan dan Kontraktor Lanskap Taman dan Lokasi Wisata.

Penataan lanskap yang baik diperlukan untuk mewujudkan taman Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang indah dipandang mata. Tenaga profesional dalam desain lanskap melakukan penataan terhadap elemen lanskap alam ataupun buatan sebagai unit pembentuk lanskap. Elemen-elemen lanskap tersebut secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi penampilan dan kualitas taman itu sendiri.

Arsitektur lanskap adalah ilmu yang digunakan untuk merencanakan (planning), mendesain lahan, dan menyusun elemen-elemen alam dan buatan sehingga tersaji suatu lingkungan yang fungsional dan estetis.

Jenis-jenis Lanskap
Saat ini untuk berekreasi di tengah kota tidaklah terlalu sulit. Sudah banyak lanskap taman kota yang bisa dikunjungi untuk memberikan kesegaran bagi mereka yang penat dengan rutinitas hidup di kota. Berikut di bawah ini adalah jenis-jenis lanskap yang diminati karena sifatnya yang terbuka.

1. Lanskap Kota Lanskap kota merupakan miniatur alam kota, yang mencakup segala hal ruang luar (outdoor). Lanskap kota yang ideal diwujudkan dalam sebuah bentuk ruang-ruang terbuka yang penuh arti. Lanskap kota tersebut mencakup plaza, alun-alun, lapangan, gedung, dan air mancur.

2. Lanskap Hotel Banyak hotel yang membanggakan kualitas lanskap yang dimilikinya sehingga dilengkapi dengan fasilitas lanskap, bahkan dengan nursery tanaman. Lanskap sebuah hotel dapat meningkatkan kualitas hotel tersebut. Lanskap taman yang berada di hotel dapat diasosiasikan sebagai fungsi taman untuk area rekreasi yang dilengkapi dengan nilai estetis yang dihasilkannya.

3. Lanskap Perumahan Lanskap perumahan merupakan lanskap pemukiman yang ditata dalam suatu kawasan yang lebih luas, seperti pembangunan kota-kota baru. Pembangunan setiap perumahan harus mengikuti aturan yang telah ditentunkan, yaitu dengan proporsi 60 % untuk konstruksi dan 40 % untuk ruang terbuka, dengan perbandingan 1 : 3 : 6 untuk perumahan rumah mewah, rumah menengah, dan rumah sederhana.

Sedangkan Koefisien Dasar Hijau atau KDH adalah angka prosentase perbandingan antara luas seluruh ruang terbuka di luar bangunan yang diperuntukan untuk pertamanan/penghijauan/pertanian terhadap luas tanah perpetakan/daerah perencanaan yang dikuasai.

4. Lanskap Pusat Perbelanjaan (Mall) Lanskap Pusat Perbelanjaan (Mall) merupakan lanskap yang dibangun dan di tata dalam suatu kawasan pusat perbelanjaan untuk memanjakan para pengunjungnya sehingga lebih betah berlama-lama di dalam mall. Perencanaan lanskap adalah langkah atau cara-cara yang dilakukan secara sistematik untuk menghasilkan penataan lanskap yang ideal, tepat guna sesuai dengan kebutuhan di masa mendatang. Perencanaan lanskap bertujuan untuk menciptakan keadaan yang multifungsi, yang mampu menciptakan keberlanjutan ekosistem di dalam wilayah tersebut.

Tahapan perencanaan lanskap meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

  1. Inventarisasi, yaitu tahapan awal yang dilakukan dalam proses perencanaan berupa pengumpulan data yang dibutuhkan meliputi aspek fisik, berupa letak dan luas, batas, topografi tapak, tanah, air, vegetasi, hidrologi, iklim, titik pandang, aspek sosial, ekonomi, dan teknik
  2. Analisis dan sintesis, yaitu berkaitan dengan masalah dan potensi yang didapat dari informasi hasil inventarisasi
  3. Konsep dan desain, yaitu pengembangan dari analisis dan sintesis dengan mempertimbangkan masalah dan potensi yang didapatkan dari informasi hasil inventarisasi.


Dalam perancangan lanskap RTH perlu dilakukan pemilihan dan penataan secara detail terhadap elemen-elemen tanaman agar memiliki nilai fungsional dan estetika. Elemen-elemen lanskap tersebut pada dasarnya dapat dibagi menjadi dua yaitu:

  1. Elemen keras atau buatan, yaitu perkerasan; dan
  2. Elemen lembut atau alamiah, yaitu elemen lanskap yang tidak mempunyai bentuk yang tetap dan selalu berkembang sesuai masa pertumbuhannya seperti tanaman dan air.

Dalam kaitannya dengan perencanaan lanskap, tata hijau (planting design) merupakan suatu hal pokok yang dalam pembangunan lanskap. Menurut masa daunnya, tata hijau dibagi menjadi dua jenis, yakni: (1) tanaman yang menggugurkan daun (decideous plants) dan (2) tanaman yang hijau sepanjang tahun (evergreen).

Sementara itu tanaman dalam penataan Lanskap memiliki tiga fungsi utama:

  1. Fungsi arsitektural, yaitu pemanfaatan tanaman untuk membentuk bidang-bidang tegak terutama dalam membentuk ruang;
  2. Fungsi lingkungan, yaitu fungsi tanaman yang lebih ditekankan untuk menciptakan kenyamanan dan keamanan dari faktor-faktor gangguan lingkungan, seperti polusi, erosi dan lain-lain; dan
  3. Fungsi estetis tanaman, yaitu untuk memberikan nilai-nilai keindahan dalam mendukung kedua fungsi di atas.

Proses perencanaan dan perancangan lanskap melibatkan tenaga professional dalam desain lanskap, yang tidak hanya memahami orang-orang yang akan menggunakan fasilitas lanskap tersebut, akan tetapi juga memahami aspek-aspek penting dari peruntukan bentang lanskap yang akan direncanakan. 

Pengelolaan dan pemeliharaan lanskap bertujuan untuk menjaga dan merawat areal taman dengan segala elemen taman yang ada di dalamnya. Dengan pengelolaan yang baik harapannya kondisi taman terjaga keindahan, keasrian, kenyamanan, keamanan taman, dan sedapat mungkin mempertahankan tujuan desain tamannya.

Untuk Info Lebih Lanjut Hubungi:

Wa: 0888 0272 5212

Wa: 0813 2515 7177

Wa: 0818 0413 5008

Website: dakkeratonjogja.com

Website: lightgroupindonesia.com

Website: bahanbangunanjogja.info

Website: bahanbangunanyogyakarta.info

Instagram: lightgroup_id