Toko Distributor Agen Pabrik Jual dan Pasang DAK KERATON ( Ceiling Brick ) Jogjakarta Yogyakarta

17 2019
Peb

Mengenal Lebih Dekat dengan DAK KERATON ( Ceiling Brick )

 

 

 

 
 
 
 

Jaman Sekarang ini bahan bangunan semakin beragam.Mulai dari pengganti bata dengan menggunakan hebel atau plat lantai diganti menggunakan penutup yang berbahan ringan/panel serta untuk atap yang tidak lagi menggunakan kayu sebagai kuda - kuda melainkan menggunakan metal.


 

 

Dikarenakan makin sempitnya lahan permukiman di perkotaan dan mahalnya harga tanah yang sudah tidak lagi bisa di jangkau oleh banyak masyarakat sehingga mendorong pertumbuhan pembangunan bertingkat secara vertikal atau dengan kata lain memaksa masyarat untuk memilih membangun bangunan bertingkat, baik itu residensial ataupun komersial. Untuk mendirikan bangunan bertingkat kita membutuhkan plat lantai ( Dak Lantai ) yang memang sudah mutlak dilakukan untuk membangun bangunan bertingkat. Seiring berjalannya waktu berbagai jenis material/bahan bangunan sudah digunakan untuk membuat dak lantai dari mulai dengan cara membuat anyaman besi dan di lapisi oleh adukan beton atau yang sering kita sebut Dak Beton hingga yang jaman sekarang ini digunakan Panel Beton Susun. Namun karena semakin mahalnya harga material dan tingginya Upah pekerja hal ini mendorong munculnya teknologi material baru yang lebih ekonomis. Yaitu Keramik Komposit ( Dak Kraton )

 

 

DAK KERATON adalah Dak Keramik Komposit Beton. Bahan material ini lahir atas kerjasama beberapa Negara di Eropa yang kemudian teknologi ini dibawa ke Indonesia melalui proyek bantuan teknis pembangunan industri bahan bangunan yang diawasi oleh UNIDO/UNDP (PBB Project INS/74/034). Pada proyek penelitian yang berlangsung sekitar tahun 1977, bahan material ini diteliti penggunaannya pada sebuah rumah contoh di Puslitbangkim Cipta Karya Pekerjaan Umum

 

Aplikasi material pada penelitian ini merupakan hasil pengembangan dari Ir. Emon Sulaiman (Alm) dan Nasan Subagia. Kemudian dikembangkan lagi dengan modifikasi modem oleh Ir. Judadi dan Dipl.Ing Yudiro pada tahun 1984. Setelah itu pada tahun 1990 dikembangkan lagi mofikasinya oleh Ir. Bambang Mursodo

 

Material ini merupakan hasil pengembangan dari Ir. Emon Sulaiman (Alm) dan Nasan Subagia (alm). Kemudian dikembangkan lagi dengan modifikasi modem oleh Ir. Judadi dan Dipl.Ing Yudiro pada tahun 1984. Setelah itu pada tahun 1990 dikembangkan lagi mofikasinya oleh Ir. Bambang Mursodo

 

 

  • -Dak Keraton
  • -Keramik Komposit Beton
  • -Dak Lantai Keraton
  • -Keramik Beton
  • -Membuat Pelat Lantai Praktis Hemat

Keramik komposit beton atau KERATON dan mempunyai banyak nama dagang DAK BETON KERATON atau DAK KERATON atau BATA KERATON dan lain-lain sebenarnya merupakan pelat rusuk. Bentuk dan bahan pembuat keraton menyerupai balok bata, tetapi bagian tengahnya berlubang-lubang. Lubang ini bukanlah sembarang lubang, melainkan konstruksi yang sudah dihitung dengan tepat, sehingga membuat bahan ini kuat digunakan sebagai pelat lantai. Keraton yang baik adalah campuran tanah liat yang dipanasi sampai diatas 1000 derajat celcius.

 

 
 

Keberadaan lubang atau rongga ternyata dapat mengurangi berat keraton dibanding beton masif konvesional. Selain itu, penggunaan keraton juga dapat menghemat besi beton hingga 70%, jika pemasangannya menggunakan teknik pelat satu arah /one way slab. Dengan demikian konstruksi keraton merupakan struktur pelat lantai bangunan bertingkat yang efisien, praktis dan ekonomis.

 

 

 

BERIKUT INI TABEL PERBANDINGAN DAK KERATON

 

 

INFO & PEMESANAN Telp/SMS/WA: 0818 04135 008

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KEUNTUNGAN MEMAKAI DAK BETON KERATON

(KERAMIK KOMPOSIT BETON) 

 

 

  • Keraton (Keramik Komposit Beton) dapat menahan beban hingga 750Kg/m, kekuatannya relative sama dengan pelat lantai konvensional
  • Proses pengerjaannya lebih cepat
  • Lebih hemat karena penghematan tenaga kerja dan waktu
  • Lebih efisien karena dapat dikerjakan secara bersamaan dengan perkerjaan yang lain di lantai bawah atau pun dibagian atasnya
  • Lebih murah disbanding plat beton konvensional biasa