Solusi Dak Keraton VS Dak Beton

21 2015
Mei

Pertumbuhan penduduk yang pesat, harga tanah yang semakin mahal dan kenyamanan lingkungan tinggal saat ini terutama di pulau Jawa membuat kecenderungan masyarakat memperluas Rumah tinggalnya dengan pertumbuhan vertikal atau keatas, berbagai teknologi dan inovasi bermunculan untuk mendukung pembangunan dan renovasi bangunan secara vertikal.

Teknologi yang sudah umum digunakan adalah dengan metode pengecoran beton (semen+pasir+split kerikil), namun teknologi ini mempunyai kelemahan jika dilaksanakan pada luas perlantainya yang kecil karena harga biaya permeter perseginya menjadi tinggi. Apalagi jika akses pengerjaan sempit dan jumlah tenaga kerja yang sedikit atau terbatas.

Dak Keraton (KERAmik beTON) menyempurnakan hal tersebut, sangat efektif untuk luas kecil atau terbatas dan lahan dan akses sempit.