METODE PENGANYAMAN KAWAT BRONJONG SECARA PABRIKASI

01 2016
Jul

Untuk mengayam kawat bronjong ada metode dan perhitungan ukuran yang harus dijadikan rumus / pedoman, agar menghasilkan kekuatan dan ketahanan yang maksimum. Harus dengan orang yang benar – benar mengerti dan paham dengan letak geografis wilayah yang akan dipasangi kawat bronjong, karena penting sekali mengetahui keadaandan cuaca wilayah tersebut ( pergerakan secara alam ).

Ada beberapa hal dari metode dan langkah – langkah pengerjaan anyaman kawat bronjong, yaitu :

  1. Kawat harus terbuat dari bahan baja karbon rendah berlapis galvanis tebal ( kawat anyaman 0,26kg/m2, kawat tulangan tepi 0,275kg/m2, kawat pengikat 0,24kg/m2),( diameter tulangan tepi 4,4mm, diameter anyaman 3,7mm, diameter pengikat 3,0 mm, kuat tarik kawat 41-51 kg/mm2, diameter perpanjangan 12% ).
  2. Anyaman harus mmerata berbentuk segi enam yang teranyam dengan tiga lilitan.
  3. Keranjang harus merupakan unit tunggal dengan dimensi yang disyaratkan dalam gambar perancangan yang telah dibuat, sehingga dapat dikirim ke lapangan sebelum diisi dengan batu.
  4. Jangan lupa, setiap kawat bronjong harus diberi diaphragma / sekat setiap jarak 1 meter, agar batu yang dimasukan terikat dengan kuat. Sekat ini hrus disatukan dengan kawat pengikat pada bagian dasar bronjong.

Demikian sekilas info tentang metode pengayaman kawat bronjong secara pabrikasi. Kalau hanya dengan membaca saja, mungkin kurang begitu paham, untuk info lebih lanjut Anda bisa menghubungi kami di :

CV. LIGHT GROUP INDONESIA.

Jl, KH. Muhdi gang Komajaya 53 Dewan, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta.

Telpon / WA / SMS 081325157177 / 081804135008 / 088802725212.

Email : lightgroup.id@gmail.com

www.lightgroupindonesia.com

Kami melayani penjualan dan pemasangan oleh tenaga – tenaga yang sudah berpengalaman dibidangnya, untuk wilayah Yogyakarta ( meliputi Yogyakarta, Bantul, Sleman, Kulon Progo, Gunung Kidul, Wonosari ), Solo, Jawa Tengah ( meliputi Banjarnegara, Purwokerto, Batang, Blora, Boyolali, Brebes, Cilacap, Demak, Purwodadi, Jepara, Karanganyar, Kebumen, Kendal, Klaten, Kudus, Mungkid, Pati, Kajen, Pemalang, Purbalingga, Purworejo, Rembang, Ungaran, Sragen, Sukoharjo, Slawi, Temanggung, Wonogiri, Wonosobo, Magelang, Pekalongan, Salatiga, Semarang, Surakarta, Tegal ).