Jenis Material Rangka Atap Baja Ringan

31 2015
Okt

Material atap baja ringan kini banyak ragam macam nya, dari jenis material jelek hingga terbaik. Umum nya masyarakat belum mengetahui standar kualitas material terbaik ersebut,
yang diketahui umumnya mereka masih beranggapan baja ringan adalah baja ringan, semua sama tanpa terlebih dahulu mengamati dengan seksama atas material yang ditawarkan oleh aplikator atau tukang pasang. Padahal baja ringan ibarat kayu dimana ada kualitas yang jelek, sedang dan bagus, baja ringan mempunyai berbagai macam jenis coating / lapisan anti karat dan kadar ketebalan lapisan anti karat. Material yang baik semestinya dari sebuah pabrikator rangka atap yang menerapkan sistem pemasangan yang jelas dan bersistem. Jenis coating / lapisan anti karat:
a. Zincalume
Zincalume adalah baja lapis zinc (galvanis atau seng) dan alluminium dengan komposisi aluminium 55%, zinc / galvanis 43.5% dan silicon 1.5%. Adapun ketebalan coating lapisan zincalume adalah 150 gr/m2 dan 100gr/m2. Untuk mengetahui material jenis ini kita dapat mengeceknya pada setiap batang material yaitu dipastikan tercantum dotmatrik zincalume dan jika diamati maka akan terlihat tampilan aluminium yang lebih menonjol pada permukaan material di banding dengan zinc/galvanisnya. Apabila yang nampak / terlihat lapisan zinc / galvanis yang lebih menonjol maka dapat dipastikan bahwa material tersebut tidak sesuai dan tidak benar apabila dikatakan zincalume yang mempunyai kadar 55% aluminium, 43.5% zinc / galvanis dan 1.5% silikon. Lapisan yang bagus, jika dilihat juga tidak akan tampak mengkilat / transparan, jika mengkilat dan transparan berarti kadar lapisan tidak mencapai minimal 100gr/m2. Kadar lapisan tersebut yang akan mempengarui kualitas dan harga, serta umur pakai atas korosi material. Semakin tipis maka akan semakin mempercepat korosi.
b. Galvanis / Zinc / Seng
Galvanis adalah baja lapis zinc atau seng yaitu 98%-98.5% galvanis / seng dan 1.5%-2% silicon. Untuk baja lapis galvanis ini menurut ASTM (badan standarisasi di Amerika) menganjurkan baja lapis Galvanis agar kandungan coating / lapis anti karat agar lebih tebal yaitu minimal 180gr/m2 dan pada umunya yang beredar 220gr/m2. Baja lapis galvanis di anjurkan lebih tebal disebabkan lapis galvanis / seng lebih mudah korosi dibanding aluminium. Namun jika perpaduan antara AZ (alimunium dan zing / galvanis) berbanding sebalik yaitu seng lebih banyak dan aluminium lebih sedikit dan apalagi lapisan coating transparan yang berarti dibawah 100gr/m2 maka hal ini tidak banyak berarti yang artinya akan mudah korosi.
c. Galvalume
Galvalume adalah baja lapis galvanis / zinc dan aluminium, produk galvalume di Indonesia sudah dipastikan banyak beredar karena selain harga lebih murah dan banyak jenis merek / profilnya. Baja galvalume ini banyak berasal dari Vietnam, “
Taiwan, China dan Thailand yang konon kualitas coating/lapisan banyak yang tidak standar. Banyaknya baja galvalum yang beredar juga disebabkan bahan baku galvalume import tersebut lebih murah jika dibandingkan baja zincalume yang berasal dari dalam negeri (BlueScope Steel Indonesia). Murahnya baja galvalum tersebut dipengaruhi oleh standar coating / lapisan anti karat yang merekat pada material baja tersebut yaitu lebih tipis / transparan dan kandungan campuran galvanis / seng lebih banyak dibanding aluminiumnya.
d. MAZ
MAZ yaitu baja lapis magnesium, aluminum dan zinc, baja lapis ini lebih baik dari ketiga jenis material di atas dan harga jauh lebih mahal dan belum banyak beredar di Indonesia, cocok pepatah mengatakan ada harga ada rupa / kualitas. 

Kontak Rangka Atap Baja Ringan Jogjakarta :

LIGHTGROUP INDONESIA : Jl. KH. Muhdi Gg. Komajaya 53 Dewan Maguwoharjo Depok Sleman Yogyakarta 55282. Telp : 081804135008 / 081325157177 / 088802725212 / PIN BBM 53897EDCwww.lightgroupindonesia.com